Hilangnya dan kembalinya seorang amoy

Berbulan aku mencarimu Meisya!  Menelepon. Kirim SMS. Tanpa kabar berbalas. Siang ini kudapatkan teleponmu. Kau di Jakarta. Untuk bisnis di Bangka sana, katamu. Sudah berkeluarga, dapat suami bos dari Jakarta, katamu. Sudah berhenti dari “bekerja”, katamu. Tapi untuk kangen-kangenan ada waktu.

Aku kangen. Tapi tidak untuk itu. Kau sudah jadi istri orang. Tak kupedulikan istri keberapa. Pantang bagiku bermain dengan istri orang karena aku juga punya istri.


About this entry